Beberapa Contoh Database Pada Cloud Computing
Database Cloud merupakan sebuah database yang dapat di akses oleh client dari cloud service yang didistribusikan ke user melalui internet oleh cloud provider. Sebagai contoh dari database cloud computing, seperti :
1. Xeround
Merupakan layanan database cloud dengan basis MYsql.Xeround saat ini telah tersedia di Amazon Web Services yang data centernya terletak di Amerika utara dan Eropa. Perangkat lunak ini menggunakan partisi virtual dimana data partisi yang dipisahkan – atau diabstraksikan – dari sumber daya fisik. Ini partisi virtual memegang salinan baik data dan indeks, untuk memastikan ketersediaan tinggi dan kinerja.
- Conditional Put and Delete : operasi baru, yang ditambahkan pada Februari 2010. Mereka mengatasi masalah yang timbul ketika mengaksesSimpleDB bersamaan. Pertimbangkan sebuah program sederhana yang menggunakan SimpleDB untuk menyimpan counter, yaitu sejumlah yang dapatbertambah. Program harus dapat melakukan tiga hal:
- Mengambil nilai saat ini dari counter dari SimpleDB.
- Tambahkan satu untuk menilai.
- Menyimpan nilai baru di tempat yang sama dengan nilai lama di SimpleDB.
- Consistent Read : fitur baru yang dirilis pada saat yang sama sebagai putbersyarat dan hapus bersyarat. Seperti namanya, read konsisten menangani masalah-masalah yang timbul karena model konsistensi akhirnya SimpleDB ini (Lihat bagian Keterbatasan). Perhatikan urutan berikut operasi:
- Program Sebuah toko beberapa data dalam SimpleDB.
- Segera setelah, A permintaan data itu hanya disimpan.
Konfigurasi Samba pada CentOS
Proses Penajaman Gambar (Sharpening) dengan MATLAB
Listing yang digunakan di MATLAB :
Keuntungan dan Kelemahan VOIP
- Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
- Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
- Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
- Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa
- Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
- Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset
- Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
- Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
- Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
- Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
- Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
- Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
- Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
- Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
- Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran
Sharing File pada CentOS menggunakan NFS
- Kemudian buat folder baru, misalkan kita beri nama “filesharing”. Untuk membuat folder baru melalui terminal dengan #mkdir filesharing. Setelah itu masuk ke editor nano dengan mengetikkan #nano /etc/exports. File Exports digunakan untuk mengatur direktory mana saja yang akan di sharing dan klien mana saja yang diperbolehkan untuk mengaksesnya.
- Ketikkan nama folder yang dibuat tadi, masukkan alamat IP dan netmask, serta ketentuan yang diberlakukan oleh folder tersebut. Disini kita buat saja (rw, sync). (rw) --> klien bisa merubah file. (sync) --> menjawab permintaan sesudah permintaan perubahan dilakukan pada disk drive.
- Lalu simpan dengan menekan tombol Ctrl+O, dan keluar dengan menekan tombol Ctrl+X. Masuk ke #nano etc/hosts.allow . File Allow digunakan untuk mengizinkan IP mana saja yang terhubung ke server. Lalu ketikkan portmap, alamat IP dan netmask nya. Setelah itu, simpan konfigurasi tersebut dengan menekan tombol Ctrl+O, lalu keluar dengan menekan tombol Ctrl+X. Setelah itu jangan lupa melakukan restart dengan perintah /etc/init.d/nfs restart.
- Jalankan portmap dan nfs nya dengan mengetikkan #/etc/init.d/portmap start dan #/etc/init.d/nfs start setelah semua OK, saatnya kita melakukan percobaan.
- Untuk melakukan percobaan tersebut buatlah koneksi antara server dengan klien dengan perintah #mount. Disini kita coba mengakses folder “filesharing” yang ada di klien dengan IP address 10.10.3.54. untuk menghilangkan perintah #mount, ketikkan # umount, Untuk melihat apakah sudah termounting otomatis, gunakan perintah # df


























